Rabu, 25 November 2009

Penyiar Radio

Penyiar Radio yang baik>>Download

Jumat, 20 November 2009

Senin, 16 November 2009

seseorang yang selalu mencintai Indonesia

cara mencintai seorang cewe

KOMPAS.com – “Kamu cinta sama aku nggak, sih?” begitu tanya seorang perempuan pada pasangannya. Sang pasangan, bukannya langsung menjawab, malah langsung terdiam kaku. Kata-kata jawaban sudah terkumpul di ujung mulutnya, tetapi sulit sekali ia mengeluarkannya. Akhirnya ia hanya tersenyum dan mengecup kening perempuan tersebut. Namun, perempuan ini masih terus mendesaknya, “Sayang nggak, sama aku?”

Barangkali Anda termasuk salah satu perempuan yang pernah mengalami hal seperti ini. Memiliki kekasih, atau suami, yang tak pernah mengucapkan rasa cinta atau sayang kepada pasangannya. Padahal, tak terhitung berapa kali ”I love you” yang sudah keluar dari mulut Anda selama menjalani hubungan bersamanya. Tetapi, Si Dia tak pernah membalas pernyataan Anda. Sebaliknya, ia hanya menjawab, “Ya”. Aneh sekali. Jangan-jangan Si Dia tak mencintai Anda?

Wanita memang selalu membutuhkan pernyataan, atau pengakuan cinta dari pasangannya. Jika tidak, ia akan merasa tidak aman, karena mengira perasaan itu hanya muncul dari satu pihak. Padahal, hanya karena Si Dia tidak pernah mengatakan “I love you,” tidak berarti ia tidak mencintai Anda lho. Jika ia sudah menunjukkan rasa cintanya melalui perbuatan (dengan setia menjemput Anda saat Anda harus lembur di kantor, tak pernah lupa membawakan oleh-oleh untuk Anda dan anak-anak saat ada acara jalan-jalan kantor di luar kota, atau memijat kaki Anda saat Anda mengeluh kecapekan sehabis shopping di mal), untuk apa lagi ia mengatakannya?

Memaksanya mengungkapkan perasaan juga tidak akan membuat Si Dia mengucapkan kalimat sakti itu.

Mengapa pria tidak mengucapkannya?
Ada beberapa penyebab mengapa pria tidak menyatakan rasa sayangnya kepada pasangan melalui kata-kata. Hal ini biasanya berkaitan dengan karakter pria tersebut.

1. Menurut Dr. Brenda Shoshanna, psikolog dan penulis sejumlah buku seperti Zen And The Art of Falling In Love, mengatakan ”I love you,” sama artinya dengan menawarkan komitmen. Bagi banyak pria, cinta diekspresikan melalui tindakan, sehingga kata-kata ini adalah janji mengenai apa tindakan selanjutnya. Hanya dengan membalas ucapan Anda, pria akan merasa harus menyetujui dukungannya pada Anda. Misalnya, menikah, membelikan rumah, dan sebagainya.

2. Pada pasangan yang masih dalam tahap pacaran, pria enggan mengucapkan kalimat tersebut karena belum yakin apakah dirinya memang betul-betul mencintai pasangannya. Bagi mereka, kata cinta harus diucapkan dari hati, dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar untuk menyenangkan hati pasangannya (meskipun ada juga yang melakukan hal ini).

3. Pria yang lain memang cenderung sulit mengekspresikan perasaannya. Orang yang sejak kecil tidak dibiasakan mengungkapkan rasa sayang kepada orangtua melalui kata-kata, ketika dewasa pun akan cenderung seperti itu. Baginya, lebih baik rasa sayang diperlihatkan melalui perbuatan, atau pemenuhan kebutuhan pasangan. Misalnya, menyediakan waktu untuk menemani Anda berbelanja di hypermarket, meskipun ia tidak menyukainya.

4. Pria yang lain lagi tidak ingin terlihat cengeng dengan mengucapkan kalimat tersebut, apalagi jika kepergok mengucapkannya di depan teman-temannya. Jika ia tahu lingkungan pergaulannya termasuk yang memiliki kebiasaan yang sama, mungkin ia pun akan melakukannya. Jika tidak, lebih baik tidak mencari masalah.

5. Pria yang pernah menghadapi kegagalan dalam hubungannya, seperti bercerai, berebut hak asuh anak, dan sejenisnya, juga akan berpikir lebih lama untuk menambahkan komitmen baru ke dalam dirinya (lihat nomor 1). Ia akan memilih lebih berhati-hati, karena tidak ingin melukai perasaan Anda, dan mengulang kesalahan yang sama.

Nah, jika Anda merasa belum yakin apakah Si Dia memang mencintai Anda, kenapa tidak langsung mengingat-ingat apa yang telah dilakukannya untuk Anda? Buat catatan mengenai hubungan Anda: Bagaimana ekspresinya saat Anda sedang sedih atau Anda sedang bersama pria yang tidak Anda kenal (bisa jadi saat cemburu pun Si Dia tidak mengungkapkannya)? Apakah ia selalu mempersilakan Anda yang memilih tempat makan? Apakah ia tidak pernah keberatan jika Anda pamit ingin jalan-jalan dengan teman-teman?

Setelah mencatat semua yang pernah diberikan pasangan kepada Anda, ucapkan terima kasih padanya, dan katakan betapa Anda beruntung memilikinya. Dan, jangan lagi mendesaknya dengan pertanyaan, “Cinta nggak sih, sama aku?”

Kamis, 19 Maret 2009

Rabu, 18 Februari 2009

Bertumbuh Dan Menjadi Unggul

Selama hidup kita, proses pembelajaran akan terus berlangsung tanpa henti. Segala sesuatu yang ada disekitar kita akan membuat kita secara langsung maupun tidak langsung belajar dari hal tersebut. Jadi dapat kita katakan bahwa kita akan terus belajar baik kita sadari atau tidak. Adalah salah jika Anda mengatakan bahwa proses belajar berhenti setelah kita lulus dari perguruan tinggi. Perlu Anda ketahui bahwa pengetahuan yang kita peroleh mulai dari sekolah dasar sampai kita lulus dari perguruan tinggi hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan pengetahuan yang kita peroleh seumur hidup. Ada banyak sekali hal-hal di dunia ini yang tidak kita peroleh ketika berada disekolah. Adalah kewajiban kita untuk mengetahui dan mempelajarinya. Satu-satunya waktu dimana kita berhenti belajar adalah ketika kita sudah meninggalkan dunia ini. Jadi, boleh dikatakan bahwa pada saat kita dilahirkan, kita akan mulai mempelajari sesuatu.


Marilah kita mengambil contoh seorang bayi. Ketika ia dilahirkan, ia akan mulai belajar untuk mengenal dunia ini. Ia juga akan belajar dan mengenal tanda-tanda atau isyarat dari orang tuanya walaupun dari luar ia kelihatan tidak dapat berbuat apa-apa kecuali hanya menangis dan tertawa. Selain itu, ia juga akan belajar untuk mengingat segala sesuatu di sekitarnya, berusaha untuk menerjemahkan kata-kata dari orang lain dan memberikan respon kepadanya.


Ketika seorang bayi tumbuh besar menjadi seorang anak kecil, mereka mulai belajar untuk mengatakan beberapa kata-kata yang pernah dan sering didengarnya, belajar untuk mengambil dan menangkap benda atau objek dengan tangannya. Ia juga akan belajar untuk merangkak dan kemudian belajar untuk berdiri dan berjalan serta berlari. Dimasa ini, ia belajar lebih banyak hal dibandingkan ketika masih masih seorang bayi dan lebih mengerti pesan-pesan yang disampaikan oleh orang lain kepadanya.


Ketika anak tersebut terus tumbuh dan memasuki masa sekolah untuk pertama kalinya, mereka akan belajar tentang menulis, berhitung, menggambar dan pelajaran lainnya disekolah yang tidak pernah dipelajari di rumah. Ia juga akan mulai belajar untuk berinteraksi dengan teman-teman dan orang yang baru dikenalnya. Ia juga akan mulai mengerti peraturan-peraturan sekolah dan aturan lainnya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang baik dan buruk serta akibat-akibat dari perbuatan tersebut. Dengan kata lain, hal-hal yang dipelajarinya menjadi lebih kompleks.


Dan ketika ia beranjak remaja, semakin banyak pula hal yang dipelajari. Mungkin ia mulai tertarik dengan lawan jenis dan belajar cara-cara untuk menarik perhatian lawan jenis dan mengejarnya. Ia juga belajar dengan lebih baik tentang cara menarik lebih banyak hubungan baik dengan teman-teman, juga mempelajari pengetahuan yang lebih kompleks seiring dengan tingkatan jenjang sekolahnya. Pengetahuan tersebut sama sekali tidak pernah diajarkan oleh keluarganya di rumah. Ia juga harus belajar dan menguasai pengetahuan yang telah mereka pilih di universitas yang berhubungan dengan apa yang akan mereka kuasai di masa yang akan datang.